PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yang sangat pesat khususnya di bidang internet bisa di bilang juga perkembangan di bidang informasi. Tetapi masih banyak orang yang mengubah cara menyebarkan informasi dari cara tradisional menjadi cara modern dengan menggunakan suatu situs sebagai media penyebaran informasi yang lebih praktis, ekonomis dan dapat diakses di manapun secara luas. Pemanfaatan internet selain pemakai dapat melihat perkembangan teknologi dengan mengunjungi situs – situs yang ada, pemakai juga dapat memperoleh berbagai informasi didalamnya baik informasi dalam negeri maupun luar negeri. Setiap pengguna internet dapat berpartisipasi dalam segala waktu dan manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan dan bidang. seperti dalam bidang perbankan, geografis, perindustrian, perdagangan, pariwisata, pendidikan maupun bidang lainnya.
Pemanfaatan internet juga terasa di bidang geografis, pada pemanfaatannya juga digunakan sebagai penyeberan inormasi untuk mengetahui letak wilayah suatu Negara, kota maupun daerah. Penyebaran informasi geografis ini dapat berupa data spasial (wilayah) maupun data non spasial berupa informasi yang berhubungan dengan keberadaan wilayah. Penyebaran informasi pada bidang geografis juga bermanfaat pada bidang lainnya, termasuk di bidang pendidikan yang menggunakan informasi pemetaan (geografis) untuk menyebarkan informasi secara rinci dimana setiap kota maupun daerah itu mempunyai sarana pendidikan.
Kota Bogor dilihat dari jumlah sarana pendidikan yang sudah ada saat ini, diyakini kota Bogor merupakan kota pelajaran. Kedekatan dengan ibukota Negara dan kemudahan akses dalam berbagai prasarana dan transportasi menyebabkan kota Bogor ini sebagai kota yang beredukasi bagi para masyarakat. Banyak penyebaran sarana pendidikan ini sangat lah pesat, kita bisa lihat dari tingkat SMA dan Sederajat untuk jumlah Sma Negeri di kota Bogor sendiri ada 10 buah, lalu untuk sma yang bertaraf swastanya itu kurang lebihnya 15 buah ataupun lebih, itu juga belum termasuk Mts dll. Oleh karena sektor pendidikan memegang peranan penting terhadap kesejahteraan masyarakat kota Bogor. Disebabkan akan jumlah sekolah sma itu tersebar diseluruh kota Bogor ini sangat menyulitkan bagi masyarakat yang ingin mengetahui penyebaran informasi sekolahan di kota Bogor.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibuat system informasi geografis berbasis web. Hal ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan dan memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan mengenai penyebaran Sekolah Menengah Atas dan Sederajatnya di kota Bogor.
1.2 Batasan Masalah
Dalam penulisan ilmiah ini, Penulis menitik beratkan informasi geografis penyebaran pendidikan yang berada di kota Bogor yang disajikan dalam data spasial berupa peta berbasis web dan data non spasial berupa informasi keterangan mengenai penyebaran pendidikan di kota Bogor raya. Penyebaran informasi ini disajikan di dalam situs sistem informasi geografis berupa pemberian informasi mengenai lokasi Sekolah, gambar gedung, dan nama Kepala Sekolah. Pembuatan aplikasi ini menggunakan Arcgis 9.3 yang merupakan aplikasi pendukung untuk pembuatan peta, lalu MapView SVG sebagai perangkat lunak untuk mengembangkan SIG berbasis web yang mendukung opensvgmapserver. opensvgmapserver merupakan arcscript yang digunakan untuk mengubah file bertipe shp agar disimpan ke dalam mySQL. pada aplikasi ArcView 3.3 dilakukan proses dijitasi penentuan letak wilayah, batas kabupaten, jalan raya dan wilayah penyebaran SMA di kota Bogor. Sedangkan pada aplikasi Mapview SVG digunakan mengembangkan peta hasil dijitasi dari aplikasi ArcView menjadi SIG berbasis Web.
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ilmiah ini adalah membuat suatu sistem informasi geografis berbasis web untuk sarana pendidikan terutama untuk taraf sma di kota Bogor. SIG ini diharapkan dapat digunakan sebagai media penyebaran informasi ke masyarakat melalui internet dan membantu serta memudahkan masyarakat mengetahui informasi penyebaran Sekolah Menengah Atas dan Sederajatnya di kota Bogor.

1.4 Metode Penelitian
Dalam penuliasan ilmiah ini, metode penelitian yang digunakan dalam membangun sisitem informasi geografis berbasis web yaitu menggunakan studi pustaka dan referensi dari internet. Diawali dengan mengumpulkan sumber – sumber pustaka dan buku – buku mengenai Sistem informasi georafis (SIG). selanjutnya penulis juga mengumpulkan data dan informasi melalui media internet yang berhubungan dengan penulisan ini serta pengambilan data penyebaran pendidikan dengan survey langsung ke SMA dan Sederajatnya di kota Bogor.
Dalam merancang dan pembuatan sistem informasi geografis, Penulis menggunakan Arcgis 9.3 untuk membuat dijitasi peta berupa tipe polygon,garis dan titik. Sedangkan untuk pembuatan SIG berbasis web, penulis menggunakan mapView SVG yang mendukung untuk melihat peta. Dalam pembuatan atau pengeditan koding dan tampilan web SIG penulis menggunakan editor Adobe Dreamweaver . web server Apache untuk menjalankan aplikasi web SIG secara tidak terhubung dengan bantuan software XAMPP. Untuk mendukung proses ke dalam basis data, Penulis menggunakan mySQL. Sedangkan untuk menjalankan aplikasi web SIG.Penulis mengunakan web browser internet explorer dan mozilla firefox.
1.5 Sistematika Penulisan
Penulisan ilmiah ini dibuat berdasarkan sistematika penulisan yang sudah ditentukan, dengan tujuan untuk mempermudah dan memproses bagaimana penulisan ilmiah ini disusun.
Bab1 Pendahuluan, berisi latar belakang masalah, batasan macula, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
Bab 2 Landasan Teori , berisi penjelasan tentang teori-teori yang digunakan dalam penulisan. Teori ini meliputi pengertian sistem informasi geografis, ArcView 3.3, MapView Svg 3.1, Opensvgmapserver 1.01, PHP, mySQL, Macromedia Dreamweaver, struktur navigasi, Storyboard dan normalisasi.
Bab 3 Analisa dan Pembahasan, pada bab ini membahas tentang struktur navigasi web SIG, desain antar muka dan perancang basis data, dan langkah-langkah pembuatan web SIG, proses dijitasi peta konversi ke dalam file *.shp, pembuatan basis data dan membuat halaman website.
Bab 4 Penutup, berisi kesimpulan dan saran dapat dijadikan pertimbangan bagi pembaca yang ingin mengembangkan aplikasi ini.

BAB 2
LANDASAN TEORI
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Istilah ini digunakan karena GIS dibangun berdasarkan pada ‘geografi’ atau ‘spasial’. Object ini mengarah pada spesifikasi lokasi dalam suatu space. Objek bisa berupa fisik, budaya atau ekonomi alamiah. Penampakan tersebut ditampilkan pada suatu peta untuk memberikan gambaran yang representatif dari spasial suatu objek sesuai dengan kenyataannya di bumi. Simbol, warna dan gaya garis digunakan untuk mewakili setiap spasial yang berbeda pada peta dua dimensi. Dan berikut definisi tentang GIS dari para ahli :

 Menurut Rhind, 1988:
GIS is a computer system for collecting, checking, integrating and analyzing
information related to the surface of the earth.
 Marble & Peuquet, 1983 and Parker, 1988; Ozemoy et al., 1981; Burrough, 1986):
GIS deals with space-time data and often but not necessarily, employs computer hardware and software.
 Purwadhi, 1994:
– SIG merupakan suatu sistem yang mengorganisir perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan data, serta dapat mendayagunakan sistem penyimpanan, pengolahan, maupun analisis data secara simultan, sehingga dapat diperoleh informasi yang berkaitan dengan aspek keruangan.
– SIG merupakan manajemen data spasial dan non-spasial yang berbasis komputer dengan tiga karakteristik dasar, yaitu:
(i) mempunyai fenomena aktual (variabel data non-lokasi) yang berhubungan dengan topik permasalahan di lokasi bersangkutan;
(ii) merupakan suatu kejadian di suatu lokasi; dan
(iii) mempunyai dimensi waktu.

 Aronaff, 1989.
SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian.

 Berry, 1988
SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.
 Linden, 1987.
SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Sumber – sumber data geospasial adalah peta digital, foto udara, citrala satelit, table statistic dan dokumen lain yang berhubungan. Data geospasisal menjadi data grafis dan data atribut (data tematik). Data grafis mempunyai tiga elemen : titik (node), garis (arc) dan luasan (polygon) dalam bentuk vector ataupun raster yang mewakili geo matris topologi, ukuran, bentuk, posisi dan arah. Fungsi pengguna adalah untuk memilih informasi yang diperlukan, membuat standar, membuat jadwal pemutakhiran (updating) yang efisien, menganalisis hasil yang dikeluarkan untuk kegunaan yang diinginkan dan merencanakan aplikasi. Data sapsial sendiri didapat dari hasil peta, foto udara, citra satelit, data statistic dan lain – lain. Data non spasial (atribut) adalah data yang memuat karakteristik atau keterangan dari suatu objek ang terdapat dalam peta yang sama sekali tidak berkaitan dengan posisi geografi objek tersebut. Sebagai contoh, data atribut dari sebuah kota adalah luas wilayah, jumlah penduduk, kepadatan penduduk, tingkat kriminalitas dan sebagainya.
2.1.1 Model Data
Data dalam SIG dikelompokkan dalam dua bagian, yaitu data spasial dan data non spasial, ada pengertian dari dua point tersebut dari seorang ahli yang bernama Eko Budiyanto(2005) , adalah sebagai berikut :

Data spasial
Data spasial merupakan data yang penting dalam SIG. data spasial memiliki 2 konsep model, yaitu data vektor dan model data raster.
1. Model data Vektor
Dalam model ini, data dipresentasikan sebagai sebagai suatu pola yang terdiri antar interkoneksi garis dan titik yang merespresentasikan lokasi dan garis besar batas dari entitas geografi.
Dalam model data vektor, data dapat direprsentasikan sebagai berikut :
 Garis : merupakan sebuah objek yang dihubungkan oleh dua titik.
 Polygon : sebuah objek yang dihubungkan oleh tiga titik atau lebih.
 Titik : sebuah objek spesifik yang menunjukkan lokasi geografi berdasarkan sistem koordinat.
 Daerah : sebuah objek yang merepresentasikan sebuah lokasi pada permukaan bumi.
 Titik potong : sebuah objek yang merupakan titik potong antara beberapa objek garis.
Pada model data vektor ini, suatu objek dinyatakan dalam bentuk koordinat (x,y). semua koordinat dalam model vektorr ini saling berhubunga, kecuali objek titik. Objek titikk dinyatakan dengan deretan koordinat yang berhubungan (x1,y1 ; x2,y2 ; … ; xn,yn), sedangkan objek area dinyatakan dengan deretan koordinat yang berhubungan dan tertutup (x1, y1 ; x2, y2 ; … ; xn, yn ; x1, y1).
2. Model data Raster
model data raster dihasilkan dari teknologi pemotretan melalui satelit dan udara, yang merepresentasikan objek geografi sebagai struktur grid atau sel yang dikenal sebagai piksel. Model grid atau sel ini menggunakan matriks raster untuk menyajikan informasi. Dalam struktur ini data di kodekan, kemudian akan dipetakan ke dalam grid atau sel tertentu. Setiap sel yang ada menunjukkan baris dan kolom dari matriks penunjuk lokasi, serta atribut dipetakan ke dalamnya.
Gambar 2.1 Data Raster
Data non Spasial
Data non spasial adalah data yang merepresentasikan aspek – aspek dimodelkannya. Data ini sering disebut juga data atribut. Dalam suatu peta, atribut biasaanya disajikan sebagai teks atau legenda.
Hingga saat ini, secara umum, persepsi manusia mengenai data spasial dapat direpresentasikan dalam dua bentuk, yaitu model data vektor dan model data raster.
2.1.2 Karakteristik SIG
1. Merupakan suatu sistem hasil pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak untuk tujuan pemetaan, sehingga fakta wilayah dapatdisajikan dalam satu sistem berbasis komputer.
2. Melibatkan ahli geografi, informatika dan komputer, serta aplikasi terkait.
3. Masalah dalam pengembangan meliputi: cakupan, kualitas dan standar data, struktur, model dan visualisasi data, koordinasi kelembagaan dan etika, pendidikan, expert system dan decision support system serta penerapannya.
4. Perbedaannya dengan Sistem Informasi lainnya: data dikaitkan dengan letak geografis, dan terdiri dari data tekstual maupun grafik.
5. Bukan hanya sekedar merupakan pengubahan peta konvensional(tradisional) ke bentuk peta dijital untuk kemudian disajikan (dicetak / diperbanyak) kembali.
6. Mampu mengumpulkan, menyimpan, mentransformasikan, menampilkan, memanipulasi, memadukan dan menganalisis data spasial dari fenomena geografis suatu wilayah.
7. Mampu menyimpan data dasar yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu masalah.
8. Contoh : penyelesaian masalah perubahan iklim memerlukan informasi dasarseperti curah hujan, suhu, angin, kondisi awan. Data dasar biasanya dikumpulkan secara berkala dalam jangka yang cukup panjang

2.1.1 Subsitem SIG
Sistem informasi geografis dapat diuraikan menjadi beberapa susbsitem, yaitu :
1. Data Input
Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mepersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Susbsitem ini pula yang bertangguang jawab dalam mengkonversi atau menstranformasikan format-format yang digunakan oleh SIG.
2. Data Output
Subsitem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data seperti table grafik, peta, dan lain-lain.
3. Manajemen data
Susbsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, diperbahurui dan diperbaiki.

4. Analisis dan manipulasi data
Subsitem ini menetukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. selain, itu subsitem ini juga melakukan manipulasi dan permodelan data untuk menghasilakan informasi yang diharapkan.
2.1.2 Fungsi SIG
Berdasarkan desain awalnya fungsi utama SIG adalah untuk melakukan analisis data spasial. Dilihat dari sudut pemrosesan data geografi, SIG bukanlah penemuan baru. Pemrosesan data geografi sudah lama dilakukan oleh berbagai macam bidang ilmu yang membedakan dengan pemrosesan lama hanyalah digunakannya data dijital.
Adapun fungsi-fungsi dasar dalam SIG adalah sebagi berikut :
1. Akuisisi data dan proses awal
Meliputi : dijitasi, editing, pembangunan topologi, konversi format data, pemberian atribut lain-lain.
2. Pengelolaan basis data
Meliputi : pengarsipan data, permodelan bertingkat, permodelan jariingan pencarian atribut dan lain-lain.
3. Pengukuran ruang dan analisis
Meliputi : operasi pengukuran, analisis daerah penyangga, overlay dan lain-lain.
4. Penayangan grafis dan visualisasi
Meliputi : transformasi skala, generalisasi, peta topografi, peta statistik, tampilan perspektif.
2.1.3 Jenis Peta
Meenurut Liany Rompis (2007) pengertian sebuah Peta adalah merupakan penyajian secara grafis kumpuan data mentah maupun yang telah dianalisis atau informasi lokasinya. Pada hakiakatnya, peta berfungsi sebagai alat peraga untuk menyajikan informasi terkandung di dalam suatu wilayah. Peta harus mengandung informasi yang henda disampaikan kepada pengguan. Berdasarkan data yang terkandung dalam suatu peta dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
1. Peta dasar
Peta dasar berisi data mengenai jalan, garis batas wilayah pemerintahan, sungai, danau, taman, lahan, dan nama tempat.
2. Peta Tematik
Peta tematik merupakan peta yang menyajikan informasi berdasarkan tema tertentu. Tema merupakan kumpulan data yang telah dikelompokkan berdsarkan criteria tertentu dan ditampilkan dalam bentuk arsiran.
Peta Tematik terdiri dari :
 Peta Bisnis
Peta ini data yang berhubungan dengan produk konsumen, pelayanan jasa keuangan, data kependudukan, pembangunan tempat bisnis, tingkat kejahatan, telekomunikasi, perumhan, transportasi, pelayanan kesehatan dan periklanan.
 Peta Lingkungan
Peta ini berisi data ang berhubungan dengan cuaca, resiko kerusakan lingkungan, summber daya alam, topografi, pengambilan gambar satelit dan data lingkungan.
 Peta Referensi Umum
peta ini merupakan peta yang menyajikan data dunia dan Negara.

2.2 Arcgis 9.2
Menurut Edy P (2009) program ArcView merupakan salah satu perangkat lunak SIG yang popular dan paling banyak digunakan untuk mengelola data spasial (Edy P,2009). Arcmap dibuat oleh Enviromental System Research Intitute(ESRI). Arcview berfungsi untuk mengolah data menganalisa dan membuat peta serta laporan yang berkaitan dengan data spasial bereferensi geografis.

Gambar 2.2 tampilan awal ArcView
Beberapa bagian ArcView yang cukup penting :
a. Project
Project merupakan kumpulan dari dokumen yang berasosiasi selama satu sesi ArcView. Setiap project memiliki banyak komponen yang bakal muncul di Windows Table of Contents di sebalah kiri. Dan untuk melihat peta kita melihat Windows Data Frame ada di sebelah kanan.

Gambar 2.3 Windows data project Arcview
b. Theme
ArcView mengendalikan sekelompok fitur serta atribut di dalam sebuah theme dan mengelolahnya di dalam sebeuah view. Sedangkan theme menyajikan sekumpulan obyek nyata sebagai fitur peta yang berhubungan dengan atribut. fitur dapat berupa titik (points), garis (lines), maupun poligon. Contoh fitur yang berupa titik adlah sekolah, pos polisi, rumah sakit,. Untuk fitur garis antara lain adalah jalan raya, jalan tol, sungai. Sedangkan sawah, danu, lahan parker, wilayah administrasi pemerintah merupakan fitur poligon.
c. View
View merupakan sebuah peta interaktif yang dapat digunakan untuk menampilkan, memeriksa, memilih dan menganalisa data grafis. View tidak menyimpan data grafis yang sebenernya, tetapi hanya membuat referensi tentang data grafis mana saja yang terlibat, ini mengakibatkjan view bersifat dinamis. View sendiri merupakan kumpulan dari theme.

Gambar 2.4 Tampilan view
d. Tabel
Tabel digunakan untukmenampilkan informasi tentang fitur yang ada di dalam suatu view. Sebagai contoh menjelaskan tentang nama kabupaten, jumlah penduduk, dll.

Gambar 2.5 Tampilan Tabel
e. Chart
Chart merupakan sebuah grafik yang menyajikan data tabular. Di dalam ArcView charts terintegrasi dengan tabel dan view sehingga dapat dilakukan pemilihan record-record mana yang akan ditampilkan ke dalam sebuah chart.

f. Layout
Layout digunakan untuk mengintegrasikan dokumen (view, tabel, chart) dengan elemen-elemen grafik yag lain di dalam suatu windows tunggal guna membuat peta yang akan dicetak. Dengan layout dapat dilakukan proses penataan peta serta nerancang letak-letak properti peta seperti : juduk, legend, orientasi, label dan sebagainya.
g. Script
Script merupakan sebuah bahasa pemprograman dari ArcView yang ditulis ke dalam bahasa Avenue.
2.3 MapView SVG
MapViewSvg adalah sebuah ekstensi arcview gis versi 3.x dan arcgis versi 9.x . dengan mapviewSVG, anda dapat menkonversi view dalam Arcview dan Arcgis menjadi format svg, untuk selanjutnya dipublikasikan ke Web. Tool ini dikembangkan oleh UIS media, Jerman.
Berikut adalah daftar fungsi atau fitur yang dapat anda manfaatkan dengan tool mapviewSVG :
 Mengaktif/deaktifkan themes dalam mapview.
 Membuat report berupa informasi objek dan atribut tabel dari Arcview.
 Pencarian fitur dengan membangun sebuah ekspresi query.
 Skala peta berdasarkan view dari tema yang dikonversi.
 Menampilkan mapview dalam skala tertentu.
 Hot-Links untuk E-Mail dan alamat URl lainnya(link internal dan eksternal)
 Menampilkan tooltiptext untuk tema sesuai kebutuhan.
 Fitur skala dan overview map.
 Membaca dan menampilakan koordinat peta.
2.4 OpenSvgMapserver
OpenSVGMapServer adalah sekelompok web server pada pelaksanaan scripts, bisa database dalam data merangkak ruang dan dinamis menghasilkan file vektor peta, program OpenSVGMapServer dibungkus dalam PHP dalam desain digunakan untuk menghubungkan database MySQL, yang menghasilkan vektor gaya grafis dalam format vektor grafis Geografi Scalable (scalable vector grafis, SVG), data atribut tersimpan array ECMAscript. Pengguna dapat menggunakan SVG Viewer diinstall Plug-in browser untuk melihat peta, antarmuka pengguna OpenSVGMapServer ditunjukkan pada Gambar 2.7 . Dapat diinstal pada GNU / Linux dan sistem Unix dan Windows.

Gambar 2.6 tampilan OpenSvgMapserver
2.5 PHP
PHP adalah bahasa pemprograman yang memungkinkan para pengembang web membuat aplikasi web yang dinamis dengan cepat. PHP merupakan singkatan dari Hypertext Preprocessor. PHP ditulis dan diperkenalkan pertama kali sekitar tahun 1994 oleh Rasmus Leedorf melalui situsnya untuk mengetahui siapa saja yang telah mengakses ringkasan online-nya.
PHP merupakan salah satu bahasa skrip yang terbilang baru dan tersedia ssecara bebas dan masih memungkinkan dikembangkan lebih lanjut. PHP dapat diintegrasikan ke dalam web server atau dapat berperan sebagai CGI yang terpisah. Karakteristik yang paign unggul dan paling kuat dalam PHP adalah oracle, Adabas-D, Sybase, Filepro, MySQL, PostgreSQL, dll. PHP bersifat open sources software sehingga pengguna bebas dan gratis menggunakannya.
2.5.1 String
String dalam PHP dibatasi oleh kutip ganda(“0 atau kutip tunggal (‘). Perbedaanya adalah bagaimana string tersebut diinterpresentasikan jika string dibatasi oleh kutip ganda, variable di dalam string akan ditampilkan.
2.5.2 Karakter Backslash
Karakter backslash (\) dia dalam string dengan kutip ganda digunakan untuk menuliskan karakter khusus(escape sequences).
2.5.3 Array
Array dalam PHP dapat berupa array berindeks(vektor) dan hash tables (associative arrays). PHP juga mendukung array multi dimensi.berikut ini adalah contoh inisialisasi dan penggunaan Array:
// membuat array sderhana secara eksplisit
$a [0] =”Buku”;
$a[1] =”Pinsil”;
$a[] =”Molpen’;//secara eksplisit ditempatkan pada indeks
//(key0) 4
Echo “$a[0], $a[1], $a[2], $a[3]”;
//membuat array asosiatif
$tanaman[“pangan”] =”padi”;
$tanaman[“hias”] =”mawar”;
$tanaman[“sayuran”] =”bayam”;
Echo”Contoh tanaman hias adalah {$tanaman[“hias”]}”;
//membuat array asosiatif seperti diatas, namun cara lebih sederhana
$tanaman = array (“pangan” => “padi”, “hias” =>”mawar”, “sayuran”=>”bayam”);
Echo “contoh tanaman sayuran adalah{$tanaman[“sayuran’]}”;
//membuat array asosiatif multidimensi
$kota[“Jabar”][0] =”Bogor”;
$kota[“Jabar”][1] =”Ciamis”;
$kota[“Jateng”][0] =”Semarang ”;
$kota[“Jateng”][1] =”Solo”;
Echo”\$kota[‘Jabar’][1]={$kota[‘jabar’][1]}”;
?>
2.5.4 Objek
Objek adalah sebuah tipe data yang dapat berupa sebuah bilangan, variable atau bahkan sebuah fungsi.
Contoh nama variable :
$variabel1 =”printer”;
$variabel2 =”canon’;
Echo “variabel1, $variabel2’;
$variabel = 123://nama variable yang salah$_tes=”tes”;//benar, diawali oleh garis bawah$test_C=”tes2”;//benar, C adalah ASCII 128
?>
Variable dapat diisi nilai maupun referensi. Ketika variable diisi nilai, seluruh nilai dari enkripsi asli asli diisikan ke variable tujuan. Setelah diisi, variable asli bersifat independen, sehingga perubahan pada satu variable tidak mempengaruhi yang lain.
Ketika variable diisi referensi, variable baru merefer pada variable asli. Perubahan yang dibuat pada salah satu variable akan berpengaruh pada variable satunya.

2.6 MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak yang open source, sehingga bebas dipakai dan dimodifikasi oleh semua pemakai.
Fitur MysQL :
1. Didukung sepenuhnya oleh bahasa pemprograman C, C++, eifel, Java, Perl, PHP, Phyton dan Tcl untuk mengakses database MySQL.
2. Dapat bekerja pada banyak platform yang berbeda, termasuk juga di dalamnya windows.
3. banyaknya tipe kolom : signed unsigned integer 1 dan 8 bytes, FLOAT, DOUBLE, CHAR, VARCHAR, TEXT, BLOB, DATE, TIME, DATETIME, TIMESTAMP, YEAR,SET dan tipe ENUM.
4. Mendukung sepenuhnya parameter SQL GROUP BY dan ORDER BY. Fungsi yang dapat dipakai dalam group query : (COUNT (), COUNT(DISTENCT, AVG (), STD(), SUM(), MAX(), and MIN()).
5. Sistem privilege dan password dapat terjaga kerahasiaanya dan dapat diverifikasi berdasarkan nama hostnya. Password terjaga kerahasiaanya karena semua password disimpan dalam keadaan terenkripsi.
2.7 Macromedia Dreamweaver MX
Dreamweaver merupakan salah satu perangkat lunak dari adobe yang banyak digunaan untuk mendesain situs web. Macromedia dreamweaver berfungsi untuk mendesain secara visual dan mengelola situs web maupun halaman web.
2.7.1 Elemen Dreamweaver
dalam ruang kerja dreamweaver mx, ada beberapa elemen utama yang membentuk suatu ruang kerja yang merupakan satu kesatuan tampilan antara menu utama, panel, property inspector serta toolbar. Contoh tampilan ruang kerja Dreamweaver sksndijelaskan dengan gambar 2.6 pada halaman berikutnya.
A B C D

G

E F
GAMBAR 2.7 Tampilan ruang kerja Dreamweaver MX
Keterangan :
A. Insert Bar : berisi tombol-tombol untuk menyisipkan berbagai macam objek (image, table dan frame) ke dalam dokumen.
B. Document Toolbar : berisi tombol-tombol menu pop-up yang menyediakan tampilan berbeda Document Window. Misalnya Code, Spit dan Design.
C. Document Window : berfungsi menampilkan dokumen saat pengguna bekerja.
D. Panel Group : kumpulan panel yang saling berkaitan satu sama lainnya yang dikelompokkan di bawah satu judul.
E. Tag Selector ; berfungsi menampilkan hirarki tag di sekitar pilihan yang katif pada Design View.
F. Property Inspector : Berfungsi melihat dan mengubah berbagai property objek yang terpilih.
G. File Panel : Berfungsi mengatur file-file dan folder-folder yang membentuk situs web pengguna.
2.7.2 kelebihan Dreamweaver MX
Banyak kelebihan dalam Dreamweaver MX, di antaranya adalah :
1. Dapat digunakan pada dua sistem operasi, yaitu Macintosh atau Windows.
2. Dapat dilihat tampilan website preview pada computer, ponsel atau PDA dan printer.
3. Membangun web CSS dengan menggunakan CSS layout, CSS panel dan CSS visualization.
4. Kemudahan pengelolaan data dengan form maupun Spry data object.
2.8 Struktur Navigasi
Struktur navigasi untuk membantu pengguna mengetahui struktur dari setiap bagian menu yang terdapat pada suatu situs. Navigasi pada umumnya menyediakan bar navigasi, kapabilitas untuk pencarian, indeks serta isi table.
Navigasi memiliki 4 macam bentuk dasar yaitu (Bambang Hariyanto, 2006);
a. Linear
Navigasi ini memiliki rancangan berturut yang menampilkan halam satu- persatu menurut aturannya.

Gambar 2.8 Navigasi Linier
b. Hirarki
Navigasi ini menampilkan secara bercabang atau berbentuk seperti pohon. Pemisahan halamannya berdasarkan kategori tertentu.

Gambar 2.9 Navigasi Hirarki
c. Non linier
Struktur navigasi non linier (tidak terurut) merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier, hanya saja pada struktur ini diperkenankan untuk membuat percabangan. secara acak dan tidak memiliki halaman utama.

Gambar 2.10 Navigasi non linier
d. Campuran
Struktur navigasi campuran (composite) merupakan gabungan dari struktur sebelumnya dan disebut juga struktur navigasi bebas, maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuat percabangan. Struktur ini paling banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia.

Gambar 2.11 Navigasi Campuran

2.9 Storyboard (Rancangan halaman)
Untuk mendesain interface biasanya digunakan storyboard yang disusun secara berurutan, layar demi layar. Tiap layar diberi penjelasan spesifikasi tentang apa yang akan ditampilkan apda layar tersebut. Dalam storyboard digambarkan pengaturan letak dan ukuran teks, desain gambar, posisi tombol serta pengaturan gambar latar betaking. Hal ini yang perlu diperhtaikan dalam membuat storyboard adalah tetap mengikuti rancangan peta navigasi serta desain interface yang telah dibuat, dengan demikian setiiap tahapan desain menjadi lebih mudah dan terarah.
2.10 Entity Relationship Diagram (ERD)
Dalam rekayasa perangkat lunak, sebuah Entity-Relationship Model (ERM) merupakan abstrak dan konseptual representasi data. Entity-Relationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model data semantik sistem. Dimana sistem seringkali memiliki basis data relasional, dan ketentuannya bersifat top-down. Diagram untuk menggambarkan model Entitiy-Relationship ini disebut Entitiy-Relationship diagram, ER diagram, atau ERD.

2.10.1 Notasi ERD
Ada sejumlah konvensi mengenai Notasi ERD. Notasi klasik sering digunakan untuk model konseptual. Berbagai notasi lain juga digunakan untuk menggambarkan secara logis dan fisik dari suatu basis data, salah satunya adalah IDEF1X.

Gambar 2.12 Notasi ERD
2.10.2 Model ERD
Notasi-notasi simbolik yang digunakan dalam Entity Relationship Diagram adalah sebagai berikut :
• Entitas, Adalah segala sesuatu yang dapat digambarkan oleh data. Entitas juga dapat diartikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Ada dua macam entitas yaitu entitas kuat dan entitas lemah. Entitas kuat merupakan entitas yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas lainnya. Contohnya entitas anggota. Sedangkan entitas lemah merupakan entitas yang kemunculannya tergantung pada keberadaaan entitas lain dalam suatu relasi.
• Atribut, Atribut merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas. Atribut digambarkan dalam bentuk lingkaran atau elips. Atribut yang menjadi kunci entitas atau key diberi garis bawah.
• Relasi atau Hubungan, Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.
• Penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atribut dinyatakan dalam bentuk garis.
2.10.3 Entitas Dalam ERD
Menurut Elmasri R dan Navathe (1994) pengertian entitas adalah perwujudan dari suatu objek dalam dunia nyata yang dapat dibedakan satu dengan yang lain dan tidak saling bergantung. Entitas biasa berupa elemen lingkungan, sumber daya dan transaksi. Ada 2 macam tipe entitas, yaitu :
1. Strong entity adalah entitas yang mempunyai attribute kunci untuk individu di dalamnya.
2. Weak entity yaitu entitas yang tidak mempunyai attribute kunci, sehingga harus dihubungkan dengan strong entity.
2.10.4 Relationship dalam ERD
Relationship menggambarkan hubungan antar entitas. Untuk menghubungkan antar entitas satu dengan lainnya dalam basis data dibutuhkan kunci entitas.
Ada beberapa macam hubungan yang trjadi antara 2 entity :
• Satu ke satu (one to one), Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
• Satu ke banyak (one to many), Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
• Banyak ke banyak (many to many), Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya.

2.11 Normalisasi
Menurut Macdoms(2008) arti dari normalisasi adalah suatu proses perancangan basis data untuk mendapatkan bentuk normal. Normalisasi berkaitan dengan suatu proses, sedangkan normal form berkaitan dengan output proses. Jika suatu relasi berada dalam bentuk normal, maka relasi tersebut juga termasuk dalam bentuk normal di dalamnya atau di bawahnya.
Suatu relasi dikatakan sudah berada pada bentuk normalisasi tertentu bila memenuhi beberapa yang lebih tinggi dianggap lebih baik dari tingkat di bawahnya.
Tingkatan – tingkatan normalisasi:
1. First Normal Fprm (1NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi bentuk normal ke satu (1NF) bila setiap data bersifat atomic yaitu atribut hanya mempunyai satu nilai dan tidakk ada set atribut yang berulang-ulang.
2. Second Normal Form (2NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi bentuk normal kedua(2NF) bila relasi tersebut sudah bentuk normal ke satu dan atribut yang bukan kunci sudah tergantung penuh terhadapa kunci nya.
3. Third Normal Form(3NF)
Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi bentuk normal ke tiga (3NF) bila relasi tersebut sudah memenuhi bentuk normal kedua dan atribut yang bukan kunci tidak tergantung transitif terhadap kunci nya.

BAB 3

Tampilan peta kota Bogor :

BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Web sistem informasi geografis sarana pendidikan kota Bogor Raya berhasil dibuat. Sistem informasi geografis industry ini menyajikan peta di dalamnya terdapat informasi mengenai penyebaran sarana pendidikan yang berada di kota Bogor Raya beserta atribut-atributnya, sehingga pengguna dapat mengetahui informasi mengenai peneyebaran sarana pendidikan di kota Bogor. Informasi yang ditampilkan yaitu nama sekolah, alamat sekolah, kepala sekolah, dan jumlah kelas. Setiap sekolah dibedakan menjadi layer-layer yanterpisah yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta. Sehingga pengguna menjadi lebih mudah melihat informasinya.
Aplikasi web SIG ini juga dilengkapi dengan profil sekolah-sekolah kota Bogor Raya. Define singkat mengenai peta, letak geografis kota Bogor Raya. Pengguna situs juga dapat menanyakan sesuatu hal yang berkaitan dengan web SIG kota Bogor dapat ditanyakan pada menu forum web SIG kota Bogor. Dengan adanya web SIG ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mendapatkan informasi mengenai penyebaran sarana pendidikan yang ada di kota Bogor.
4.2 SARAN
Pembuatan web SIG ini masih sangat sederhan karena hanya menyediakan admin untuk fasilitas tambah data dan hapus data, serta fasilitas pemberian informasi tentang web SIG kota Bogor dan penambahan titik sekolah. Akan tetapi web SIG ini belum menyediakan fasilitas untuk edit data spasial. Sehingga kekurangan yang ada diharapkan agar web SIG ini dapat dikembangkan.

DAFTAR PUSTAKA

a. Eko Budiyanto, Komponen Sistem Informasi Geografis, Informatika, Bandung, 2005
b. Liany Rumpis, Defini Peta, Informatika, bandung, 2007
c. http://viewer.zoho.com/download?genFile=g08c468c62e4b1607f239f18a6bf62216
d. http://oke.or.id/wp-content/plugins/downloads-manager/upload/Struktur%20